Our Social Media

Visitors

Unique

Pages|Hits |Unique

  • Last 24 hours: 0
  • Last 7 days: 0
  • Last 30 days: 0
  • Online now: 0

Agenda

February 2016
M T W T F S S
« Oct    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
29  

Monthly archives "February 2016"

Kolaborasi Pengelolaan Taman Tematik di Kota Bandung

KOLABORASI PENGELOLAAN TAMAN TEMATIK DI KOTA BANDUNG

oleh

Zainab Nururrohmah

(Abstrak Thesis, Program Studi Magister Perenanaan Wilayah dan Kota, ITB)

Taman Tematik Kota Bandung merupakan salah satu konsep pembangunan yang mampu melibatkan partisipasi aktif berbagai aktor dalam pengelolaannya. Kolaborasi dan inovasi merupakan kunci keberhasilan program yang dibangun atas kekuatan jaringan dan pendekatan partisipatif ini. Program ini memeroleh sedikitnya dua penghargaan atas inovasi dalam pelaksanaannya. Kajian terkait pengelolaan taman tematik sangat penting dilakukan, agar keberjalanan program tersebut dapat berkelanjutan. Namun demikian, penelitian mengenai kolaborasi dalam pengelolaan taman tematik belum pernah dilakukan. Oleh Karena itu, tesis ini berupaya mengkaji pengelolaan Taman Tematik Kota Bandung dalam perspektif perencanaan kolaboratif.

Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Metode ini dipilih karena penelitian yang diangkat terkait dengan pendekatan kolaboratif, dimana hal tersebut berkaitan dengan fenomena sosial yang terdiri atas pelaku, kejadian, tempat, dan waktu. Data primer diperoleh melalui hasil wawancara mendalam kepada 13 aktor yang terlibat dalam proses pengelolaan taman tematik diantaranya SKPD terkait, perusahaan penyumbang, tenaga ahli, akademisi, dan penyusun kajian terkait taman tematik. Sumber data primer lainnya adalah hasil observasi lapangan terhadap 14 taman tematik yang telah dibangun, diantaranya Taman Fotografi, Taman Anak Tongkeng, Taman Skateboard, Taman Film, Taman Super Hero, Taman Musik, Taman Persib, Taman Jomblo, Taman Fitness, Pet Park, Taman Lansia, Taman Kandaga Puspa, Taman Vanda, dan Taman Gesit. Analisis stakeholder dipilih sebagai metode untuk mempelajari dan merumuskan hubungan serta keterlibatan aktor di dalam perencanaan kolaboratif terkait pengelolaan taman tematik.

Hasil penelitian menunjukan bahwa proses kolaborasi berjalan baik, antar-aktor yang terlibat memiliki hubungan timbal balik yang kooperatif, dan terjalin partisipasi aktif dalam pengelolaan dan pembiayaan taman tematik. Namun demikian, pendekatan ini berjalan secara sporadis dan pragmatis. Hal ini akan berdampak pada keberlanjutan program pasca periode kepemimpinan Walikota Bandung 2013-2018 berakhir. Karenanya perencanaan kolaboratif ini perlu ditetapkan dalam suatu sistem kebijakan yang mengikat. Selain itu, diperlukan pewarisan norma-norma kolaborasi terutama dalam tubuh masyarakat dan SKPD terkait, sehingga pendekatan ini dapat menjadi sistem nilai yang berkelanjutan.

 

Kata kunci: Taman Tematik Kota Bandung; perencanaan kolaboratif; kekuatan jaringan; pendekatan partisipatif.

Pameran Foto Karya Lomba Foto

Sudah lazim dalam persiapan sebuah acara, panitia berkumpul untuk menyiapkan suksesnya acara tersebut. Pun demikian dengan persiapan puncak acara peringatan hadirnya IALI ke-38 oleh Pengurus Daerah Jawa Barat, yang puncak acaranya dilaksanakan pada Hari Kamis, tanggal 25 Februari 2016 lalu.

Dalam salahsatu pertemuan, muncul ide untuk melaksanakan acara pameran 50 Karya Terbaik di ruang terbuka, tidak di ruangan seperti biasa dilakukan. Awalnya, usulan lokasi pameran adalah di sepanjang jalur pedestrian pada koridor Jl. Asia Afrika. Koridor ini dipilih, karena berada diantara dua lokasi utama rangkaian acara, yaitu antara Pendopo dan hotel tempat acara selanjutnya akan diadakan. Dengan demikian, acara jalan kaki dari pendopo ke hotel menjadi lebih beralasan.

Dalam prosesnya, terkait perizinan, juga dengan memperhatikan faktor keamanan bagi pengendara (dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi pengendara), akhirnya diputuskan bahwa Pameran 50 Karya Terbaik akan dilaksanakan di koridor Jl. Soekarno (dulu bernama Jl. Cikapundung Timur).

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya panitia sepakat pameran diadakan di koridor tersebut.

Kendala yang dihadapi dari keputusan ini adalah, pada jam tertentu anginnya sedemikian kencang sehingga beberapa frame terjatuh dan beterbangan tertiup angin, alau sebelumnya layout frame sudah diatur sedemikan rupa sehingga aman jika ‘katebak angin’…

Berikut adalah beberapa foto suasana pameran (foto dari album Pak Kustaman dan Mbak Rere).

Pemenang Lomba Foto “Aku dan Taman Kotaku”

Dari 50 Karya Terbaik pada Lomba Foto bertema “Aku dan Taman Kotaku”, dewan juri yang terdiri dari Bapak Dudi Suganda (Jurnalis Foto), Bapak Hasim Irfan (PAF), dan Bapak A. Firmansam (IALI Jabar), telah memilih dan menetapkan 3 karya sebagai Pemenang Lomba Foto “Aku dan Taman Kotaku” 1, 2, dan 3. Sedangkan 1 karya merupakan karya favorit yang mendapatkan ‘like’ terbanyak di halaman FB IALI Jawa Barat.

Keempat karya tersebut adalah:

Juara I, berjudul “Taman Anak Sungai Cikapayang” karya Yosi Samsul Maarif

Juara II, berjudul “Berkumpul di Taman Alun-Alun” karya Sony Herdiana

Juara III, berjudul “Skate is My Style” karya Kenny Sie

Juara Favorit (“like” terbanyak), berjudul “Bercengkrama Bersama Anak di Taman Foto Bdg” karya Agus Sofyanudin

50 Karya Lomba Foto bertema “Aku dan Taman Kotaku”

Pengurus Daerah Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) Jawa Barat, melalui Panitia yang dibentuk dalam rangka memperingati 38 tahun IALI sebagai satu wadah profesi bagi Arsitek Lansekap di Indonesia, mengadakan kegiatan Lomba Foto bertema “Aku dan Taman Kotaku” dari Januari sampai Februari 2016. Lomba Foto ini mempersyaratkan bahwa taman yang ditampilkan adalah taman yang ada di wilayah Jawa Barat.

Bukan mustahil ke depannya kegiatan Lomba Foto ini akan menjadi ajang berskala nasional sehingga taman yang direkam dan ditampilkan dalam foto adalah taman di manapun di wilayah Indonesia. Ide kegiatan ini berawal dari semakin maraknya pembangunan dan penggunaan/pemanfaatan/aktifitas di taman atau ruang terbuka kota, khususnya di kawasan perkotaan di Kabupaten dan atau Kota di Jawa Barat, terutama taman-taman yang ada di Kota Bandung (dipimpin Pak Ridwan Kamil sebagai wali kota saat ini), sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat.

Foto-foto yang ditampilkan baik di media sosial, liputan di media cetak maupun media elektronika memperlihatkan perhatian yang semakin serius terhadap keberadaan dan fungsi serta peran taman atau ruang terbuka di kawasan perkotaan, meperlihatkan interaksi yang semakin semarak dan intensif antara warga dengan lingkungan, terutama di taman (RTH). Tidak mau ketinggalan dari Kota Bandung, Kabupaten dan Kota lain di Jawa Barat meneruskan dan meningkatkan kembali pelayanan kepada masyarakat melalui penataan dan pembangunan kembali taman dan atau ruang terbuka di kawasan perkotaan.

Kretifitas dalam penataan taman pun bermunculan, biasanya berbanding lurus dengan kemampuan di sisi pelaksanaan dan ketersediaan sumber dana yanag dimiliki. Pun demikian dengan pemerintah pusat. Program-program terkait kegiatan penataan ruang terbuka kota, terutama ruang terbuka hijau semakin ditingkatkan, salahsatunya melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH), yang dalam konteks penataan dan pelaksanaan pembangunannya berusaha menerapkan 8 Prinsip Kota Hijau. Berbeda dengan Kota Bandung yang memiliki interaksi dan komunikasi antara pemerintah (baik Wali Kota langsung ataupun melalui dinas/instansi terkait) dengan masyarakat baik secara offline maupun online, beberapa kota dan kabupaten masih memiliki keterbatasan dalam hal teknis interaksi dan komunikasi dengan masyarakat umum, sehingga apa yang sudah dibuat/dilaksanakan, masih kurang termanfaatkan secara maksimal, atau mungkin masyarakat belum merasa ‘diajak’ untuk memanfaatkannya.

Mengangkat tema “Aku dan Taman Kotaku”, Pengurus Daerah IALI Jawa Barat mengajak warga masyarakat untuk mengikuti Lomba Foto, dengan setting lokasi adalah taman-taman yang berada di Wilayah Jawa Barat. Diharapkan melalui lomba foto ini keberadaan, keindahan, atau potensi taman kota di masing-masing kota dapat semakin terinformasikan secara lebih luas kepada masyarakat.

Masa pemasukan karya yang tergolong relatif singkat berhasil menjaring sebanyak lebih dari 200 karya dari 100-an peserta. Dalam proses penjurian, IALI Jabar bekerja sama dengan PAF (Perhimpuntan Amatir Foto) Bandung sehingga diharapkan proses penilaian karya mengkombinasikan kaidah-kaidah atau kriteria penilaian baik dari segi fotografi dan konten arsitektur lansekap.

Selamat kepada para peserta yang karyanya mendapat penilaian 50 terbaik. 3 karya terbaik menurut Dewan Juri akan mendapat penghargaan sebagai karya terbaik 1, 2, dan 3, dan akan diumumkan dalam acara puncak peringatan 38 tahun IALI, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2016. Berikut adalah ke-50 karya yang masuk dalam 50 besar.