Our Social Media

Visitors

Unique

Pages|Hits |Unique

  • Last 24 hours: 0
  • Last 7 days: 0
  • Last 30 days: 0
  • Online now: 0

Agenda

December 2017
M T W T F S S
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archive by category "Thesis S-2"

Kolaborasi Pengelolaan Taman Tematik di Kota Bandung

KOLABORASI PENGELOLAAN TAMAN TEMATIK DI KOTA BANDUNG

oleh

Zainab Nururrohmah

(Abstrak Thesis, Program Studi Magister Perenanaan Wilayah dan Kota, ITB)

Taman Tematik Kota Bandung merupakan salah satu konsep pembangunan yang mampu melibatkan partisipasi aktif berbagai aktor dalam pengelolaannya. Kolaborasi dan inovasi merupakan kunci keberhasilan program yang dibangun atas kekuatan jaringan dan pendekatan partisipatif ini. Program ini memeroleh sedikitnya dua penghargaan atas inovasi dalam pelaksanaannya. Kajian terkait pengelolaan taman tematik sangat penting dilakukan, agar keberjalanan program tersebut dapat berkelanjutan. Namun demikian, penelitian mengenai kolaborasi dalam pengelolaan taman tematik belum pernah dilakukan. Oleh Karena itu, tesis ini berupaya mengkaji pengelolaan Taman Tematik Kota Bandung dalam perspektif perencanaan kolaboratif.

Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Metode ini dipilih karena penelitian yang diangkat terkait dengan pendekatan kolaboratif, dimana hal tersebut berkaitan dengan fenomena sosial yang terdiri atas pelaku, kejadian, tempat, dan waktu. Data primer diperoleh melalui hasil wawancara mendalam kepada 13 aktor yang terlibat dalam proses pengelolaan taman tematik diantaranya SKPD terkait, perusahaan penyumbang, tenaga ahli, akademisi, dan penyusun kajian terkait taman tematik. Sumber data primer lainnya adalah hasil observasi lapangan terhadap 14 taman tematik yang telah dibangun, diantaranya Taman Fotografi, Taman Anak Tongkeng, Taman Skateboard, Taman Film, Taman Super Hero, Taman Musik, Taman Persib, Taman Jomblo, Taman Fitness, Pet Park, Taman Lansia, Taman Kandaga Puspa, Taman Vanda, dan Taman Gesit. Analisis stakeholder dipilih sebagai metode untuk mempelajari dan merumuskan hubungan serta keterlibatan aktor di dalam perencanaan kolaboratif terkait pengelolaan taman tematik.

Hasil penelitian menunjukan bahwa proses kolaborasi berjalan baik, antar-aktor yang terlibat memiliki hubungan timbal balik yang kooperatif, dan terjalin partisipasi aktif dalam pengelolaan dan pembiayaan taman tematik. Namun demikian, pendekatan ini berjalan secara sporadis dan pragmatis. Hal ini akan berdampak pada keberlanjutan program pasca periode kepemimpinan Walikota Bandung 2013-2018 berakhir. Karenanya perencanaan kolaboratif ini perlu ditetapkan dalam suatu sistem kebijakan yang mengikat. Selain itu, diperlukan pewarisan norma-norma kolaborasi terutama dalam tubuh masyarakat dan SKPD terkait, sehingga pendekatan ini dapat menjadi sistem nilai yang berkelanjutan.

 

Kata kunci: Taman Tematik Kota Bandung; perencanaan kolaboratif; kekuatan jaringan; pendekatan partisipatif.

Perancangan Lanskap RTH Untuk Pengelolaan Limpasan Air Hujan di Daerah Pasang Surut Kota Pontianak

 PERANCANGAN LANSKAP RTH UNTUK PENGELOLAAN LIMPASAN AIR HUJAN DI DAERAH PASANG SURUT KOTA PONTIANAK

Oleh

Jockie Zudhy Fibrianto

(Abstrak Thesis, Program Studi Arsitektur Lansekap)

 

Intensitas curah hujan yang ekstrim akhir-akhir ini tepian Sungai Kapuas  di Kota Pontianak sering mengakibatkan terjadinya banjir. Banjir tersebut terjadi karena limpasan air hujan yang tidak terserap oleh tanah, akibat kurangnya area resapan seperti ruang terbuka hijau, penggunaan material yang tidak meresapkan air dan kondisi saluran drainase yang kurang baik, berakibat meluapnya limpasan air hujan di permukaan. Topografi yang rendah dan relatif landai dipengaruhi juga oleh pasang surut air Sungai Kapuas. Akibatnya limpasan air hujan di kawasan daratan kota tidak dapat selalu langsung dialirkan ke sungai, terlebih kondisi sungai sedang pasang, hal ini yang berdampak terjadinya genangan atau banjir khususnya pada kawasan tepian sungai. Untuk mengatasi terjadinya genangan atau banjir tersebut, perlu suatu metoda pengelolaan terhadap limpasan air hujan. Read More →

Perancangan Lanskap Dalam Upaya Revitalisasi Fisik Kawasan Kampung Beting di Kota Pontianak

PERANCANGAN LANSKAP DALAM UPAYA REVITALISASI FISIK

KAWASAN KAMPUNG BETING DI KOTA PONTIANAK

Oleh :

Restu Minggra

(Abstrak Thesis, Program Studi Magister Arsitektur Lansekap)

Kota Pontianak merupakan kota yang dilintasi oleh aliran sungai kapuas, dengan salah satu percabangannya berada di tengah-tengah kota Pontianak. Semenjak tahun 1771, kawasan ini menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Kadariyah yang kemudian menjadi pusat perkembangan Kota Pontianak. Kawasan Keraton Kadariyah berkembang bersamaan dengan munculnya kawasan Kampung Beting, yaitu pemukiman tepian sungai yang tumbuh di sekitar kawasan Keraton. Kampung Beting sendiri merupakan tempat tinggal bagi masyarakat maupun pedagang yang masih memiliki hubungan dengan pihak keraton. Kampung Beting memiliki kekhususan tersendiri karena kawasan ini tumbuh dalam lingkungan keraton, dan secara morfologis berdiri di atas lahan pasang surut yang memiliki sistem kanal sebagai jalur transportasi. Read More →

Perancangan Lanskap Koridor Sungai Pute di Kawasan Karst Rammang-Rammang Sebagai Kawasan Geowisata

PERANCANGAN LANSKAP KORIDOR SUNGAI PUTE DI KAWASAN KARST RAMMANG-RAMMANG SEBAGAI KAWASAN GEOWISATA

 

Oleh

Ira Prayuni R.A

(Abstrak Thesis Magister, Program Studi Arsitektur – ITB)

 

Pada umumnya, kawasan karst identik dengan bentang alam yang kering dan gersang. Namun, kondisi bentang alam di Kawasan Karst Rammang-rammang cukup subur dan terdapat aliran Sungai Pute yang memiliki lebar ±2 meter sampai ±40 meter. Kawasan karst menara yang dialiri oleh sungai hanya ada dua di dunia, yakni Kawasan Karst Quilin dan Kawasan Karst Rammang-rammang. Read More →

Perancangan Lanskap Lereng Gunung Wayang Hulu Sungai Citarum Dalam Upaya Konservasi Mata Air Waduk Cisanti

PERANCANGAN LANSKAP LERENG GUNUNG WAYANG HULU SUNGAI CITARUM DALAM UPAYA KONSERVASI MATA AIR WADUK CISANTI

Oleh

Afina Raditya

(Abstrak Thesis pada Program Studi Arsitektur Lanskap – ITB)

Mata air merupakan salah satu sumber air bersih yang melalui proses penyerapan air secara alami di dataran tinggi atau pegunungan. Saat ini, jumlahnya semakin berkurang yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti pertumbuhan penduduk, pembangunan fisik, kebutuhan pangan dan meningkatnya industrialisasi. Berkurangnya mata air berarti menurunkan pasokan jumlah air bersih yang digunakan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya untuk keberlangsungan hidup. Read More →

Potensi Ruang Terbuka Kota Bandung Sebagai Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau

 Potensi Ruang Terbuka Kota Bandung Sebagai Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau

…tulisan berikut ini adalah abstrak dari Thesis S-2 Bpk DR Firmansyah, ST, MT, Arsitek Lanskap anggota IALI Jawa Barat, seorang dosen di SAPPK ITB (di Arsitektur) dan Program Studi Magister Arsitektur Lanskap ITB. Abstrak ini ditampilkan/dipublish atas seizin yang bersangkutan. Thesis selengkapnya ada pada beliau… 

Kota Bandung dapat dikatakan sebagai sebuah ‘laboratorium hidup’ ruang terbuka. Hingga saat ini Kota Bandung masih memiliki peninggalan dan sisa-sisa dari sejarah perkembangan ruang terbuka kotanya, dari awal terbentuknya kota hingga kondisi mutakhir dan potensi-potensi ruang terbuka yang muncul pada saat ini. Dimulai dari ruang terbuka alun-alun sebagai bagian dari struktur awal Kota Bandung, taman-taman kota dan koridor-koridor hijau pada bagian eks-kota kolonial Bandung, hingga kondisi saat ini dengan beragamnya pemanfaatan ruang-ruang luar di Kota Bandung sebagai ruang publik. Klasifikasi terhadap bentuk-bentuk ruang terbuka kota yang ada memperlihatkan bahwa Kota Bandung memiliki beragam konsep, tipe, bentuk, fungsi, dan karakter ruang terbuka kota. Read More →