Our Social Media

Visitors

Unique

Pages|Hits |Unique

  • Last 24 hours: 0
  • Last 7 days: 0
  • Last 30 days: 0
  • Online now: 0

Agenda

December 2017
M T W T F S S
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archive by category "Artikel"

Sukaratu Village, Cibolang Village and Cisanti Lake in Landscape Prosperity of Wayang-Windu Mountains West Java

SUKARATU VILLAGE, CIBOLANG VILLAGE AND CISANTI LAKE IN LANDSCAPE PROSPERITY OF WAYANG-WINDU MOUNTAINS WEST JAVA

(Presented in IFLA APR Congress, Lombok, 7 – 9 September 2015) 

Aprillia, Kusriantari Fenny1, Monthazeri, Rido2

 

¹ Master Student, Landscape Architecture Department, Bandung Institute of Technology

² Master Student, Landscape Architecture Department, Bandung Institute of Technology

 

Email: fenny.aprillia.90@gmail.com

Abstract

 

South district of Bandung is a highland with many mountains, two of them there are Wayang Mountain and Windu Mountain. Cisanti Lake which located at the east side of Wayang Windu Mountains is a source of Citarum River. The river is used to fulfill water need of society in Bandung and surrounding areas. At the west side of Wayang Windu Mountains there are Sukaratu and Cibolang Village which is located at valley of the mountains with a great water surface and soil resources. Besides that there is a geothermal potential that is used by Star Energy Company as a power plant. Regardless of its potential and Cisanti Lake as an upstream of Citarum River must be preserved, there are several problems of environment which can be harmful for human and flora fauna habitats around Wayang Windu Mountains.

The disaster happens caused of human activity such as landslide, flood and sedimentation. All of them caused by land use changing from forest, riparian or tea gardens into agricultural land. Land use changing became agricultural land is carried out by residents to fulfil daily needs except their main profession as tea garden labourers. Besides that, water pollution which is caused by dirt of cows, agriculture and fishery activities bring the decreasing of water quality in the river. Hence, it becomes conflict between human needs and sustainable environment then finally all of those bring disaster which is caused by human itself.

The culture of farming, aquaculture and cattle breeding have become society’s livelihoods, but farming, aquaculture and cattle breeding which are not sustain causing environmental damage and affect the habitats of native flora fauna. Unsustainable agriculture was found in around of Cisanti Lake area causing landslide and flood can be resolved by the forest planting method which combines forest with agriculture in one site called agroforestry. People can plant vegetable without eliminates the functions of the forest itself. Unsustainable aquaculture by fish ponds was found in Sukaratu and Cibolang Village causing decline of river water quality. Residual of fish feed and chemical of medicine can pollute water of the river. Decreasing of river water quality can be resolved by natural water treatment using gravel, soil and aquatic vegetation which is placed in every pond. Unsustainable cattle breeding were found in Cibolang and Cibereum Village (near Cisanti Lake) causing water polluted by dirt of cows till decreasing quality of river water towards downstream. Building wetland near the cattle breeding is the solution to reduce water pollution. Wetland design uses multi layer system and horizontal flow model.

 

Keywords: Wayang-Windu Mountains, sustainable fishery, sustainable agriculture, sustainable cattle breeding, landscape prosperity

Read More →

International Tourist Preference to Increase Visitor of Bromo Mountain as Main Destination in Indonesia

INTERNATIONAL TOURIST PREFERENCE TO INCREASED VISITOR OF BROMO MOUNTAIN AS MAIN DESTINATION IN INDONESIA

(Presented in IFLA APR Congress, Lombok, 7 – 9 September 2015) 

Balqis Nailufar1, Nuraini2 , Ray March Syahadat3

 

1 Graduate School of Landscape Architecture, Bogor Agricultural University

2Departement of Landscape Architecture, National Institute of Science and Technology

 

E-mail of contact person : balqisnailufar@gmail.com

 

Abstract

 

Indonesia has target to increased 10 million international tourist on 2015. Bromo as one of main destination in Indonesia, has role to reached the target. The aim of this study was to get information about international tourist preference of Bromo. The method that used was survey to 85 respondents from 35 countries. The data analyzed by descriptive statistic. To know the good view based on tourist preference, the data analyzed by scenic beauty estimation (SBE). Then, to know the tourist passion to visit Bromo, analyzed by McNemar Test. The results showed only 21,2% respondents that know Bromo. Good view of landscape was from Penanjakan 1. There were enhancement passion to visited Bromo after respondents looked the pictures of Bromo than after read the information about Bromo. Respondents needs toilet, safety, and local culture if they visited Bromo.

 

Keywords: scenic beauty estimation, McNemar test, landscape, tourism, tourist needs.

Read More →

Kerajinan Daur Ulang dari Kota Bandung

Kerajinan Daur Ulang dari Kota Bandung

Hari Minggu, 30 Nopember 2014 ini berkesempatan berkunjung ke workshop Sartika Kreasindo di Komplek Bumi Panyileukan Blok G4 No 23 Bandung, yang dikelola oleh Ibu Lidia Sartika, atau yang biasa dipanggil Ibu Enang di lingkungan RW 06 Kelurahan Cipadung Kidul, Kota Bandung ini. Read More →

Perancangan Lanskap RTH Untuk Pengelolaan Limpasan Air Hujan di Daerah Pasang Surut Kota Pontianak

 PERANCANGAN LANSKAP RTH UNTUK PENGELOLAAN LIMPASAN AIR HUJAN DI DAERAH PASANG SURUT KOTA PONTIANAK

Oleh

Jockie Zudhy Fibrianto

(Abstrak Thesis, Program Studi Arsitektur Lansekap)

 

Intensitas curah hujan yang ekstrim akhir-akhir ini tepian Sungai Kapuas  di Kota Pontianak sering mengakibatkan terjadinya banjir. Banjir tersebut terjadi karena limpasan air hujan yang tidak terserap oleh tanah, akibat kurangnya area resapan seperti ruang terbuka hijau, penggunaan material yang tidak meresapkan air dan kondisi saluran drainase yang kurang baik, berakibat meluapnya limpasan air hujan di permukaan. Topografi yang rendah dan relatif landai dipengaruhi juga oleh pasang surut air Sungai Kapuas. Akibatnya limpasan air hujan di kawasan daratan kota tidak dapat selalu langsung dialirkan ke sungai, terlebih kondisi sungai sedang pasang, hal ini yang berdampak terjadinya genangan atau banjir khususnya pada kawasan tepian sungai. Untuk mengatasi terjadinya genangan atau banjir tersebut, perlu suatu metoda pengelolaan terhadap limpasan air hujan. Read More →

Perancangan Lanskap Dalam Upaya Revitalisasi Fisik Kawasan Kampung Beting di Kota Pontianak

PERANCANGAN LANSKAP DALAM UPAYA REVITALISASI FISIK

KAWASAN KAMPUNG BETING DI KOTA PONTIANAK

Oleh :

Restu Minggra

(Abstrak Thesis, Program Studi Magister Arsitektur Lansekap)

Kota Pontianak merupakan kota yang dilintasi oleh aliran sungai kapuas, dengan salah satu percabangannya berada di tengah-tengah kota Pontianak. Semenjak tahun 1771, kawasan ini menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Kadariyah yang kemudian menjadi pusat perkembangan Kota Pontianak. Kawasan Keraton Kadariyah berkembang bersamaan dengan munculnya kawasan Kampung Beting, yaitu pemukiman tepian sungai yang tumbuh di sekitar kawasan Keraton. Kampung Beting sendiri merupakan tempat tinggal bagi masyarakat maupun pedagang yang masih memiliki hubungan dengan pihak keraton. Kampung Beting memiliki kekhususan tersendiri karena kawasan ini tumbuh dalam lingkungan keraton, dan secara morfologis berdiri di atas lahan pasang surut yang memiliki sistem kanal sebagai jalur transportasi. Read More →

Optimasi Pemakaman Muslimin Sebagai RTH Potensial di Perkotaan

mkm01

 Optimasi Pemakaman Muslimin Sebagai RTH Potensial di Perkotaan *

*) Sebuah Gagasan Awal,  disajikan sebagai sebuah pemikiran awal mengatasi masalah kesulitan penyediaan lahan pemakaman di perkotaan

Oleh  :  Firmansam Bastaman

 

Pendahuluan

mkm01Keterbatasan lahan serta tingginya harga lahan di perkotaan merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari.  Tingginya permintaan akan lahan di satu sisi serta terbatasnya jumlah lahan di sisi yang lain,   menjadi pemicu yang signifikan terhadap melonjaknya harga lahan ini.  Ketersediaan lahan kosong di perkotaan saat ini  dapat di katagorikan sebagai barang langka yang sulit di peroleh sekalipun dengan dana yang besar.   Dampak ekologis baik sosial maupun fisik, kerap kali muncul sebagai akibat  pembebasan lahan.  Akibat buruk yang ditimbulkan sebagai akibat konversi lahan yang banyak dilakukan masyarakat ini, tidak ternilai lagi harganya.  Banjir, kelangkaan air,  kerusakan plama nutfah,  pencemaran,  terganggunya keaneka ragaman hayati serta berbagai kerusakan lainnya, merupakan  fenomena kerusakan lingkungan sebagai akibat hubungan interaksi manusia dengan lingkungannya ( Iskandar.2009). Masalah lingkungan seperti diuraikan di atas banyak terjadi di perkotaan. Tingginya angka pertambahan penduduk baik sebagai akibat jumlah kelahiran maupun urbanisasi menjadi pemicu terjadinya konversi lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun, sebagai konsekwensi  logis dari tingginya jumlah penduduk di perkotaan. Read More →

Perancangan Lanskap Koridor Sungai Pute di Kawasan Karst Rammang-Rammang Sebagai Kawasan Geowisata

PERANCANGAN LANSKAP KORIDOR SUNGAI PUTE DI KAWASAN KARST RAMMANG-RAMMANG SEBAGAI KAWASAN GEOWISATA

 

Oleh

Ira Prayuni R.A

(Abstrak Thesis Magister, Program Studi Arsitektur – ITB)

 

Pada umumnya, kawasan karst identik dengan bentang alam yang kering dan gersang. Namun, kondisi bentang alam di Kawasan Karst Rammang-rammang cukup subur dan terdapat aliran Sungai Pute yang memiliki lebar ±2 meter sampai ±40 meter. Kawasan karst menara yang dialiri oleh sungai hanya ada dua di dunia, yakni Kawasan Karst Quilin dan Kawasan Karst Rammang-rammang. Read More →

Perancangan Lanskap Lereng Gunung Wayang Hulu Sungai Citarum Dalam Upaya Konservasi Mata Air Waduk Cisanti

PERANCANGAN LANSKAP LERENG GUNUNG WAYANG HULU SUNGAI CITARUM DALAM UPAYA KONSERVASI MATA AIR WADUK CISANTI

Oleh

Afina Raditya

(Abstrak Thesis pada Program Studi Arsitektur Lanskap – ITB)

Mata air merupakan salah satu sumber air bersih yang melalui proses penyerapan air secara alami di dataran tinggi atau pegunungan. Saat ini, jumlahnya semakin berkurang yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti pertumbuhan penduduk, pembangunan fisik, kebutuhan pangan dan meningkatnya industrialisasi. Berkurangnya mata air berarti menurunkan pasokan jumlah air bersih yang digunakan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya untuk keberlangsungan hidup. Read More →

Pengembangan Metode Asesmen Terpadu Kualitas Visual Lanskap Kampus Di Indonesia

PENGEMBANGAN METODE ASESMEN TERPADU KUALITAS VISUAL LANSKAP  KAMPUS DI INDONESIA

Kasus : Kampus ITB ganesha dan Kampus UI Depok

oleh:

Dr Firmansyah, ST, MT

(abstrak disertasi doktoral, Program Studi Arsitektur – ITB)

 

Rancangan lanskap kampus harus mampu merefleksikan nilai-nilai institusi, memberikan karakter serta sense of place pada lingkungan kampus. Pengalaman dan impresi visual terhadap lingkungan kampus diperoleh saat komunitas pengguna kampus menggunakan dan melintasi ruang-ruang lanskap kampus. Metode asesmen terpadu kualitas visual lanskap kampus diperlukan untuk dapat mengungkapkan karakter lanskap kampus dan bentuk-bentuk intrinsik di dalamnya yang mempengaruhi pembentukan kualitas visual lanskap. Metode asesmen terpadu juga dibutuhkan untuk dapat mengukur tingkat penilaian publik terhadap kualitas visual lanskap kampus dan respons visual yang dipersepsikan publik terhadap kualitas visual lanskap kampus. Read More →

Potensi Ruang Terbuka Kota Bandung Sebagai Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau

 Potensi Ruang Terbuka Kota Bandung Sebagai Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau

…tulisan berikut ini adalah abstrak dari Thesis S-2 Bpk DR Firmansyah, ST, MT, Arsitek Lanskap anggota IALI Jawa Barat, seorang dosen di SAPPK ITB (di Arsitektur) dan Program Studi Magister Arsitektur Lanskap ITB. Abstrak ini ditampilkan/dipublish atas seizin yang bersangkutan. Thesis selengkapnya ada pada beliau… 

Kota Bandung dapat dikatakan sebagai sebuah ‘laboratorium hidup’ ruang terbuka. Hingga saat ini Kota Bandung masih memiliki peninggalan dan sisa-sisa dari sejarah perkembangan ruang terbuka kotanya, dari awal terbentuknya kota hingga kondisi mutakhir dan potensi-potensi ruang terbuka yang muncul pada saat ini. Dimulai dari ruang terbuka alun-alun sebagai bagian dari struktur awal Kota Bandung, taman-taman kota dan koridor-koridor hijau pada bagian eks-kota kolonial Bandung, hingga kondisi saat ini dengan beragamnya pemanfaatan ruang-ruang luar di Kota Bandung sebagai ruang publik. Klasifikasi terhadap bentuk-bentuk ruang terbuka kota yang ada memperlihatkan bahwa Kota Bandung memiliki beragam konsep, tipe, bentuk, fungsi, dan karakter ruang terbuka kota. Read More →