Our Social Media

Visitors

Unique

Pages|Hits |Unique

  • Last 24 hours: 0
  • Last 7 days: 0
  • Last 30 days: 0
  • Online now: 0

Agenda

December 2017
M T W T F S S
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archive by category "Jawa Barat"

50 Karya Lomba Foto bertema “Aku dan Taman Kotaku”

Pengurus Daerah Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) Jawa Barat, melalui Panitia yang dibentuk dalam rangka memperingati 38 tahun IALI sebagai satu wadah profesi bagi Arsitek Lansekap di Indonesia, mengadakan kegiatan Lomba Foto bertema “Aku dan Taman Kotaku” dari Januari sampai Februari 2016. Lomba Foto ini mempersyaratkan bahwa taman yang ditampilkan adalah taman yang ada di wilayah Jawa Barat.

Bukan mustahil ke depannya kegiatan Lomba Foto ini akan menjadi ajang berskala nasional sehingga taman yang direkam dan ditampilkan dalam foto adalah taman di manapun di wilayah Indonesia. Ide kegiatan ini berawal dari semakin maraknya pembangunan dan penggunaan/pemanfaatan/aktifitas di taman atau ruang terbuka kota, khususnya di kawasan perkotaan di Kabupaten dan atau Kota di Jawa Barat, terutama taman-taman yang ada di Kota Bandung (dipimpin Pak Ridwan Kamil sebagai wali kota saat ini), sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat.

Foto-foto yang ditampilkan baik di media sosial, liputan di media cetak maupun media elektronika memperlihatkan perhatian yang semakin serius terhadap keberadaan dan fungsi serta peran taman atau ruang terbuka di kawasan perkotaan, meperlihatkan interaksi yang semakin semarak dan intensif antara warga dengan lingkungan, terutama di taman (RTH). Tidak mau ketinggalan dari Kota Bandung, Kabupaten dan Kota lain di Jawa Barat meneruskan dan meningkatkan kembali pelayanan kepada masyarakat melalui penataan dan pembangunan kembali taman dan atau ruang terbuka di kawasan perkotaan.

Kretifitas dalam penataan taman pun bermunculan, biasanya berbanding lurus dengan kemampuan di sisi pelaksanaan dan ketersediaan sumber dana yanag dimiliki. Pun demikian dengan pemerintah pusat. Program-program terkait kegiatan penataan ruang terbuka kota, terutama ruang terbuka hijau semakin ditingkatkan, salahsatunya melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH), yang dalam konteks penataan dan pelaksanaan pembangunannya berusaha menerapkan 8 Prinsip Kota Hijau. Berbeda dengan Kota Bandung yang memiliki interaksi dan komunikasi antara pemerintah (baik Wali Kota langsung ataupun melalui dinas/instansi terkait) dengan masyarakat baik secara offline maupun online, beberapa kota dan kabupaten masih memiliki keterbatasan dalam hal teknis interaksi dan komunikasi dengan masyarakat umum, sehingga apa yang sudah dibuat/dilaksanakan, masih kurang termanfaatkan secara maksimal, atau mungkin masyarakat belum merasa ‘diajak’ untuk memanfaatkannya.

Mengangkat tema “Aku dan Taman Kotaku”, Pengurus Daerah IALI Jawa Barat mengajak warga masyarakat untuk mengikuti Lomba Foto, dengan setting lokasi adalah taman-taman yang berada di Wilayah Jawa Barat. Diharapkan melalui lomba foto ini keberadaan, keindahan, atau potensi taman kota di masing-masing kota dapat semakin terinformasikan secara lebih luas kepada masyarakat.

Masa pemasukan karya yang tergolong relatif singkat berhasil menjaring sebanyak lebih dari 200 karya dari 100-an peserta. Dalam proses penjurian, IALI Jabar bekerja sama dengan PAF (Perhimpuntan Amatir Foto) Bandung sehingga diharapkan proses penilaian karya mengkombinasikan kaidah-kaidah atau kriteria penilaian baik dari segi fotografi dan konten arsitektur lansekap.

Selamat kepada para peserta yang karyanya mendapat penilaian 50 terbaik. 3 karya terbaik menurut Dewan Juri akan mendapat penghargaan sebagai karya terbaik 1, 2, dan 3, dan akan diumumkan dalam acara puncak peringatan 38 tahun IALI, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2016. Berikut adalah ke-50 karya yang masuk dalam 50 besar.

 

 

Sukaratu Village, Cibolang Village and Cisanti Lake in Landscape Prosperity of Wayang-Windu Mountains West Java

SUKARATU VILLAGE, CIBOLANG VILLAGE AND CISANTI LAKE IN LANDSCAPE PROSPERITY OF WAYANG-WINDU MOUNTAINS WEST JAVA

(Presented in IFLA APR Congress, Lombok, 7 – 9 September 2015) 

Aprillia, Kusriantari Fenny1, Monthazeri, Rido2

 

¹ Master Student, Landscape Architecture Department, Bandung Institute of Technology

² Master Student, Landscape Architecture Department, Bandung Institute of Technology

 

Email: fenny.aprillia.90@gmail.com

Abstract

 

South district of Bandung is a highland with many mountains, two of them there are Wayang Mountain and Windu Mountain. Cisanti Lake which located at the east side of Wayang Windu Mountains is a source of Citarum River. The river is used to fulfill water need of society in Bandung and surrounding areas. At the west side of Wayang Windu Mountains there are Sukaratu and Cibolang Village which is located at valley of the mountains with a great water surface and soil resources. Besides that there is a geothermal potential that is used by Star Energy Company as a power plant. Regardless of its potential and Cisanti Lake as an upstream of Citarum River must be preserved, there are several problems of environment which can be harmful for human and flora fauna habitats around Wayang Windu Mountains.

The disaster happens caused of human activity such as landslide, flood and sedimentation. All of them caused by land use changing from forest, riparian or tea gardens into agricultural land. Land use changing became agricultural land is carried out by residents to fulfil daily needs except their main profession as tea garden labourers. Besides that, water pollution which is caused by dirt of cows, agriculture and fishery activities bring the decreasing of water quality in the river. Hence, it becomes conflict between human needs and sustainable environment then finally all of those bring disaster which is caused by human itself.

The culture of farming, aquaculture and cattle breeding have become society’s livelihoods, but farming, aquaculture and cattle breeding which are not sustain causing environmental damage and affect the habitats of native flora fauna. Unsustainable agriculture was found in around of Cisanti Lake area causing landslide and flood can be resolved by the forest planting method which combines forest with agriculture in one site called agroforestry. People can plant vegetable without eliminates the functions of the forest itself. Unsustainable aquaculture by fish ponds was found in Sukaratu and Cibolang Village causing decline of river water quality. Residual of fish feed and chemical of medicine can pollute water of the river. Decreasing of river water quality can be resolved by natural water treatment using gravel, soil and aquatic vegetation which is placed in every pond. Unsustainable cattle breeding were found in Cibolang and Cibereum Village (near Cisanti Lake) causing water polluted by dirt of cows till decreasing quality of river water towards downstream. Building wetland near the cattle breeding is the solution to reduce water pollution. Wetland design uses multi layer system and horizontal flow model.

 

Keywords: Wayang-Windu Mountains, sustainable fishery, sustainable agriculture, sustainable cattle breeding, landscape prosperity

Read More →

The Management Concept of Mountain Based Destination Through Carrying Capacity Analysis in Situ Patenggang Nature Park, Bandung Region

 THE MANAGEMENT CONCEPT OF MOUNTAIN BASED DESTINATION THROUGH CARRYING CAPACITY ANALYSIS IN SITU PATENGAN NATURE PARK, BANDUNG REGION 

(Presented in IFLA APR Congress, Lombok, 07 – 09 September 2015) 

Fitri Rahmafitria1, Ghoitsa Rohmah Nurazizah2

1Lecturer of Management Resort & Leisure Study Program – Universitas Pendidikan Indonesia

2Lecturer of Management Resort & Leisure Study Program – Universitas Pendidikan Indonesia

 

E-mail of contact person : rahmafitria@upi.edu

 

Abstract

 

Bandung Region is famous for its mountainous forest landscape, and popular for its uniqueness of natural landscape and comfort climate. The tourism development in Bandung Region requires adequate natural space, to gain tourists satisfaction and environment sustainable. The increasing number of tourists and investments in the form of facilities and tourism infrastructure can lead to the decrease of land carrying capacity, especially if ignoring the concept of environmental friendly and sustainable management. Mountainous areas need a particular model of tourism management and it is not an easy task to do. On one hand, protection and preservation aspects become a main concern. On the other hand, the increasing number of tourists have become the main reason to explore the destination and gain material benefits from it. Thus, tourism management in mountainous areas has a vital function for the society and other inhabitants surrounding it (Arrowsmith et.al[1]; Dudley[2]).This study was conducted to determine the carrying capacity level in Situ Patengang Nature Park, Bandung Region. The study was based on the theory of Douglass[3] that “The use of excessive natural destination will lead to a reduction of tourism quality, and generally can reduce the quality of physical environment”. The data analysis was performed using the formula of carrying capacity which indicated by environment quality, the tolerance of nature resources, number of visitors, the use of nature resources and environment management. The analysis was used GIS as a tools to determine each thematic map and overlaying them to produce the carrying capacity map as the basic to develop a management concept of the area. Scoring technique based on weight standard is used to find the total score that indicate the area as low, medium or high carrying capacity. The analysis showed that the Situ Patengang Nature Park are dominated by the low carrying capacity area, medium quality of environment, high tolerance of natural resources, as well as low concentration of tourist activities, low benefits of natural resources, and low environmental management. The development concept of Situ Patengang Nature Park directed at 5 principles of ecotourism which lead to the creation of ecologically, financially, and socially sustainable activities. For the zoning, core zone should be place in high carrying capacity zones, service zone should be placed on medium carrying capacity zone, as well as buffer zone should be placed on low carrying capacity zone.

 

Keywords: mountain based destination, carrying capacity, natural tourism

Read More →

Dialog Profesi IALI Jawa Barat, September 2014

Dialog Profesi IALI Jawa Barat, September 2014

Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Daerah Jawa Barat kembali mengadakan kegiatan Dialog Profesi pada Bulan September 2014. Kegiatan yang diselenggarakan pada Hari ini, Sabtu, 20 September 2014 di Sekretariat IALI Jawa Barat di jl Cipaku Indah XI No 16, Bandung. Read More →

Sayembara Desain RTH dan Arsitektur di Kota Bandung

Sayembara Desain RTH dan Arsitektur di Kota Bandung

Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung, bersama-sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Jawa Barat dan Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Daerah Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan sayembara yang dinamai Sayembara Desain RTH dan Arsitektur di Kota Bandung, untuk mewujudkan kota Bandung yang lebih asri, liveable, dan memiliki sarana rekreatif, edukatif yang ekologis dalam menghadirkan identitas tempat sebagai tengaran (landmark) kota Read More →

Perancangan Lanskap Lereng Gunung Wayang Hulu Sungai Citarum Dalam Upaya Konservasi Mata Air Waduk Cisanti

PERANCANGAN LANSKAP LERENG GUNUNG WAYANG HULU SUNGAI CITARUM DALAM UPAYA KONSERVASI MATA AIR WADUK CISANTI

Oleh

Afina Raditya

(Abstrak Thesis pada Program Studi Arsitektur Lanskap – ITB)

Mata air merupakan salah satu sumber air bersih yang melalui proses penyerapan air secara alami di dataran tinggi atau pegunungan. Saat ini, jumlahnya semakin berkurang yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti pertumbuhan penduduk, pembangunan fisik, kebutuhan pangan dan meningkatnya industrialisasi. Berkurangnya mata air berarti menurunkan pasokan jumlah air bersih yang digunakan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya untuk keberlangsungan hidup. Read More →

Potensi Ruang Terbuka Kota Bandung Sebagai Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau

 Potensi Ruang Terbuka Kota Bandung Sebagai Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau

…tulisan berikut ini adalah abstrak dari Thesis S-2 Bpk DR Firmansyah, ST, MT, Arsitek Lanskap anggota IALI Jawa Barat, seorang dosen di SAPPK ITB (di Arsitektur) dan Program Studi Magister Arsitektur Lanskap ITB. Abstrak ini ditampilkan/dipublish atas seizin yang bersangkutan. Thesis selengkapnya ada pada beliau… 

Kota Bandung dapat dikatakan sebagai sebuah ‘laboratorium hidup’ ruang terbuka. Hingga saat ini Kota Bandung masih memiliki peninggalan dan sisa-sisa dari sejarah perkembangan ruang terbuka kotanya, dari awal terbentuknya kota hingga kondisi mutakhir dan potensi-potensi ruang terbuka yang muncul pada saat ini. Dimulai dari ruang terbuka alun-alun sebagai bagian dari struktur awal Kota Bandung, taman-taman kota dan koridor-koridor hijau pada bagian eks-kota kolonial Bandung, hingga kondisi saat ini dengan beragamnya pemanfaatan ruang-ruang luar di Kota Bandung sebagai ruang publik. Klasifikasi terhadap bentuk-bentuk ruang terbuka kota yang ada memperlihatkan bahwa Kota Bandung memiliki beragam konsep, tipe, bentuk, fungsi, dan karakter ruang terbuka kota. Read More →

Dialog Profesi Bulanan Tahun 2014

captured-06-

 

Dialog Profesi Bulanan Tahun 2014, IALI Jawa Barat akan diisi kira-kira sebagai berikut:

Bulan Maret, akan bekerja sama dengan Departemen Arsitektur Lansekap Institut Pertanian Bogor (IPB), mengadakan workshop desain atau dialog, yang rencananya akan dilaksanakan di salah satu lokasi di Bogor, Jawa Barat Read More →

Dialog Profesi – Februari 2014

Dengan format acara yang dibuat sedikit berbeda dengan kegiatan serupa di bulan lainnya, acara Dialog Profesi Bulan Februari 2014 ini akan berupa hari sketsa, bersama dengan komunitas Bandung Sketchwalk.

Kegiatan direncanakan mulai pukul 08.00 dan selesai pukul 13.00, berlokasi di sekitar Taman – GOR Saparua, di Jl Aceh, Kota Bandung.

Peserta diharapkan hadir pukul sebelum pukul 08.00 karena pada pukul 08.00 acara akan dimulai dengan briefing, dilanjutkan dengan sketsa masing-masing, dan diakhiri dengan pin-up atau penilaian karya peserta secara bersama-sama dan sedikit ulasan tentang sketsa landscape oleh wakil dari IALI Jawa Barat. Read More →

Dialog Profesi – Januari 2014

dialog profesi januari 2014

Dialog Profesi – Januari 2014

Untuk Dialog Profesi tahun ini, akan dilaksanakan sebagaimana informasi pada poster di bawah ini..

dialog profesi januari 2014