Our Social Media

Visitors

Unique

Pages|Hits |Unique

  • Last 24 hours: 0
  • Last 7 days: 0
  • Last 30 days: 0
  • Online now: 0

Agenda

December 2017
M T W T F S S
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archive by category "Keprofesian"

Pemenang Lomba Foto “Aku dan Taman Kotaku”

Dari 50 Karya Terbaik pada Lomba Foto bertema “Aku dan Taman Kotaku”, dewan juri yang terdiri dari Bapak Dudi Suganda (Jurnalis Foto), Bapak Hasim Irfan (PAF), dan Bapak A. Firmansam (IALI Jabar), telah memilih dan menetapkan 3 karya sebagai Pemenang Lomba Foto “Aku dan Taman Kotaku” 1, 2, dan 3. Sedangkan 1 karya merupakan karya favorit yang mendapatkan ‘like’ terbanyak di halaman FB IALI Jawa Barat.

Keempat karya tersebut adalah:

Juara I, berjudul “Taman Anak Sungai Cikapayang” karya Yosi Samsul Maarif

Juara II, berjudul “Berkumpul di Taman Alun-Alun” karya Sony Herdiana

Juara III, berjudul “Skate is My Style” karya Kenny Sie

Juara Favorit (“like” terbanyak), berjudul “Bercengkrama Bersama Anak di Taman Foto Bdg” karya Agus Sofyanudin

50 Karya Lomba Foto bertema “Aku dan Taman Kotaku”

Pengurus Daerah Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) Jawa Barat, melalui Panitia yang dibentuk dalam rangka memperingati 38 tahun IALI sebagai satu wadah profesi bagi Arsitek Lansekap di Indonesia, mengadakan kegiatan Lomba Foto bertema “Aku dan Taman Kotaku” dari Januari sampai Februari 2016. Lomba Foto ini mempersyaratkan bahwa taman yang ditampilkan adalah taman yang ada di wilayah Jawa Barat.

Bukan mustahil ke depannya kegiatan Lomba Foto ini akan menjadi ajang berskala nasional sehingga taman yang direkam dan ditampilkan dalam foto adalah taman di manapun di wilayah Indonesia. Ide kegiatan ini berawal dari semakin maraknya pembangunan dan penggunaan/pemanfaatan/aktifitas di taman atau ruang terbuka kota, khususnya di kawasan perkotaan di Kabupaten dan atau Kota di Jawa Barat, terutama taman-taman yang ada di Kota Bandung (dipimpin Pak Ridwan Kamil sebagai wali kota saat ini), sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat.

Foto-foto yang ditampilkan baik di media sosial, liputan di media cetak maupun media elektronika memperlihatkan perhatian yang semakin serius terhadap keberadaan dan fungsi serta peran taman atau ruang terbuka di kawasan perkotaan, meperlihatkan interaksi yang semakin semarak dan intensif antara warga dengan lingkungan, terutama di taman (RTH). Tidak mau ketinggalan dari Kota Bandung, Kabupaten dan Kota lain di Jawa Barat meneruskan dan meningkatkan kembali pelayanan kepada masyarakat melalui penataan dan pembangunan kembali taman dan atau ruang terbuka di kawasan perkotaan.

Kretifitas dalam penataan taman pun bermunculan, biasanya berbanding lurus dengan kemampuan di sisi pelaksanaan dan ketersediaan sumber dana yanag dimiliki. Pun demikian dengan pemerintah pusat. Program-program terkait kegiatan penataan ruang terbuka kota, terutama ruang terbuka hijau semakin ditingkatkan, salahsatunya melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH), yang dalam konteks penataan dan pelaksanaan pembangunannya berusaha menerapkan 8 Prinsip Kota Hijau. Berbeda dengan Kota Bandung yang memiliki interaksi dan komunikasi antara pemerintah (baik Wali Kota langsung ataupun melalui dinas/instansi terkait) dengan masyarakat baik secara offline maupun online, beberapa kota dan kabupaten masih memiliki keterbatasan dalam hal teknis interaksi dan komunikasi dengan masyarakat umum, sehingga apa yang sudah dibuat/dilaksanakan, masih kurang termanfaatkan secara maksimal, atau mungkin masyarakat belum merasa ‘diajak’ untuk memanfaatkannya.

Mengangkat tema “Aku dan Taman Kotaku”, Pengurus Daerah IALI Jawa Barat mengajak warga masyarakat untuk mengikuti Lomba Foto, dengan setting lokasi adalah taman-taman yang berada di Wilayah Jawa Barat. Diharapkan melalui lomba foto ini keberadaan, keindahan, atau potensi taman kota di masing-masing kota dapat semakin terinformasikan secara lebih luas kepada masyarakat.

Masa pemasukan karya yang tergolong relatif singkat berhasil menjaring sebanyak lebih dari 200 karya dari 100-an peserta. Dalam proses penjurian, IALI Jabar bekerja sama dengan PAF (Perhimpuntan Amatir Foto) Bandung sehingga diharapkan proses penilaian karya mengkombinasikan kaidah-kaidah atau kriteria penilaian baik dari segi fotografi dan konten arsitektur lansekap.

Selamat kepada para peserta yang karyanya mendapat penilaian 50 terbaik. 3 karya terbaik menurut Dewan Juri akan mendapat penghargaan sebagai karya terbaik 1, 2, dan 3, dan akan diumumkan dalam acara puncak peringatan 38 tahun IALI, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2016. Berikut adalah ke-50 karya yang masuk dalam 50 besar.

 

 

International Tourist Preference to Increase Visitor of Bromo Mountain as Main Destination in Indonesia

INTERNATIONAL TOURIST PREFERENCE TO INCREASED VISITOR OF BROMO MOUNTAIN AS MAIN DESTINATION IN INDONESIA

(Presented in IFLA APR Congress, Lombok, 7 – 9 September 2015) 

Balqis Nailufar1, Nuraini2 , Ray March Syahadat3

 

1 Graduate School of Landscape Architecture, Bogor Agricultural University

2Departement of Landscape Architecture, National Institute of Science and Technology

 

E-mail of contact person : balqisnailufar@gmail.com

 

Abstract

 

Indonesia has target to increased 10 million international tourist on 2015. Bromo as one of main destination in Indonesia, has role to reached the target. The aim of this study was to get information about international tourist preference of Bromo. The method that used was survey to 85 respondents from 35 countries. The data analyzed by descriptive statistic. To know the good view based on tourist preference, the data analyzed by scenic beauty estimation (SBE). Then, to know the tourist passion to visit Bromo, analyzed by McNemar Test. The results showed only 21,2% respondents that know Bromo. Good view of landscape was from Penanjakan 1. There were enhancement passion to visited Bromo after respondents looked the pictures of Bromo than after read the information about Bromo. Respondents needs toilet, safety, and local culture if they visited Bromo.

 

Keywords: scenic beauty estimation, McNemar test, landscape, tourism, tourist needs.

Read More →

The Management Concept of Mountain Based Destination Through Carrying Capacity Analysis in Situ Patenggang Nature Park, Bandung Region

 THE MANAGEMENT CONCEPT OF MOUNTAIN BASED DESTINATION THROUGH CARRYING CAPACITY ANALYSIS IN SITU PATENGAN NATURE PARK, BANDUNG REGION 

(Presented in IFLA APR Congress, Lombok, 07 – 09 September 2015) 

Fitri Rahmafitria1, Ghoitsa Rohmah Nurazizah2

1Lecturer of Management Resort & Leisure Study Program – Universitas Pendidikan Indonesia

2Lecturer of Management Resort & Leisure Study Program – Universitas Pendidikan Indonesia

 

E-mail of contact person : rahmafitria@upi.edu

 

Abstract

 

Bandung Region is famous for its mountainous forest landscape, and popular for its uniqueness of natural landscape and comfort climate. The tourism development in Bandung Region requires adequate natural space, to gain tourists satisfaction and environment sustainable. The increasing number of tourists and investments in the form of facilities and tourism infrastructure can lead to the decrease of land carrying capacity, especially if ignoring the concept of environmental friendly and sustainable management. Mountainous areas need a particular model of tourism management and it is not an easy task to do. On one hand, protection and preservation aspects become a main concern. On the other hand, the increasing number of tourists have become the main reason to explore the destination and gain material benefits from it. Thus, tourism management in mountainous areas has a vital function for the society and other inhabitants surrounding it (Arrowsmith et.al[1]; Dudley[2]).This study was conducted to determine the carrying capacity level in Situ Patengang Nature Park, Bandung Region. The study was based on the theory of Douglass[3] that “The use of excessive natural destination will lead to a reduction of tourism quality, and generally can reduce the quality of physical environment”. The data analysis was performed using the formula of carrying capacity which indicated by environment quality, the tolerance of nature resources, number of visitors, the use of nature resources and environment management. The analysis was used GIS as a tools to determine each thematic map and overlaying them to produce the carrying capacity map as the basic to develop a management concept of the area. Scoring technique based on weight standard is used to find the total score that indicate the area as low, medium or high carrying capacity. The analysis showed that the Situ Patengang Nature Park are dominated by the low carrying capacity area, medium quality of environment, high tolerance of natural resources, as well as low concentration of tourist activities, low benefits of natural resources, and low environmental management. The development concept of Situ Patengang Nature Park directed at 5 principles of ecotourism which lead to the creation of ecologically, financially, and socially sustainable activities. For the zoning, core zone should be place in high carrying capacity zones, service zone should be placed on medium carrying capacity zone, as well as buffer zone should be placed on low carrying capacity zone.

 

Keywords: mountain based destination, carrying capacity, natural tourism

Read More →

Workshop Taman Vertikal

Workshop Taman Vertikal akan diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Lanekap Indonesia (IALI) Jawa Barat, seperti disampaikan dalam poster berikut:

11082528_10153142846391768_945262131923704822_n

Untuk anggota IALI Jawa Barat, ditunggu kehadirannya.

Dialog Profesi IALI Jawa Barat, September 2014

Dialog Profesi IALI Jawa Barat, September 2014

Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Daerah Jawa Barat kembali mengadakan kegiatan Dialog Profesi pada Bulan September 2014. Kegiatan yang diselenggarakan pada Hari ini, Sabtu, 20 September 2014 di Sekretariat IALI Jawa Barat di jl Cipaku Indah XI No 16, Bandung. Read More →

Potensi Ruang Terbuka Kota Bandung Sebagai Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau

 Potensi Ruang Terbuka Kota Bandung Sebagai Ruang Publik dan Ruang Terbuka Hijau

…tulisan berikut ini adalah abstrak dari Thesis S-2 Bpk DR Firmansyah, ST, MT, Arsitek Lanskap anggota IALI Jawa Barat, seorang dosen di SAPPK ITB (di Arsitektur) dan Program Studi Magister Arsitektur Lanskap ITB. Abstrak ini ditampilkan/dipublish atas seizin yang bersangkutan. Thesis selengkapnya ada pada beliau… 

Kota Bandung dapat dikatakan sebagai sebuah ‘laboratorium hidup’ ruang terbuka. Hingga saat ini Kota Bandung masih memiliki peninggalan dan sisa-sisa dari sejarah perkembangan ruang terbuka kotanya, dari awal terbentuknya kota hingga kondisi mutakhir dan potensi-potensi ruang terbuka yang muncul pada saat ini. Dimulai dari ruang terbuka alun-alun sebagai bagian dari struktur awal Kota Bandung, taman-taman kota dan koridor-koridor hijau pada bagian eks-kota kolonial Bandung, hingga kondisi saat ini dengan beragamnya pemanfaatan ruang-ruang luar di Kota Bandung sebagai ruang publik. Klasifikasi terhadap bentuk-bentuk ruang terbuka kota yang ada memperlihatkan bahwa Kota Bandung memiliki beragam konsep, tipe, bentuk, fungsi, dan karakter ruang terbuka kota. Read More →

Dialog Profesi Bulanan Tahun 2014

captured-06-

 

Dialog Profesi Bulanan Tahun 2014, IALI Jawa Barat akan diisi kira-kira sebagai berikut:

Bulan Maret, akan bekerja sama dengan Departemen Arsitektur Lansekap Institut Pertanian Bogor (IPB), mengadakan workshop desain atau dialog, yang rencananya akan dilaksanakan di salah satu lokasi di Bogor, Jawa Barat Read More →

Dialog Profesi – Februari 2014

Dengan format acara yang dibuat sedikit berbeda dengan kegiatan serupa di bulan lainnya, acara Dialog Profesi Bulan Februari 2014 ini akan berupa hari sketsa, bersama dengan komunitas Bandung Sketchwalk.

Kegiatan direncanakan mulai pukul 08.00 dan selesai pukul 13.00, berlokasi di sekitar Taman – GOR Saparua, di Jl Aceh, Kota Bandung.

Peserta diharapkan hadir pukul sebelum pukul 08.00 karena pada pukul 08.00 acara akan dimulai dengan briefing, dilanjutkan dengan sketsa masing-masing, dan diakhiri dengan pin-up atau penilaian karya peserta secara bersama-sama dan sedikit ulasan tentang sketsa landscape oleh wakil dari IALI Jawa Barat. Read More →

Dialog Profesi – Januari 2014

dialog profesi januari 2014

Dialog Profesi – Januari 2014

Untuk Dialog Profesi tahun ini, akan dilaksanakan sebagaimana informasi pada poster di bawah ini..

dialog profesi januari 2014